Vandz OFC -- Menjelang pergantian tahun kondisi utang Indonesia semakin tak terbendung. Di akhir kepemimpinan Jokowi utang Indonesia bertambah sebanyak Rp 809,5 Triliun jika dibandingkan dengan tahun lalu pada bulan Oktober 2021 tercatat utang Indonesia sebesar Rp 6.687,2 Triliun telah mengalami kenaikan sebesar Rp 809,5 Triliun menjadi Rp 7.496,7 Triliun.
Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan sempat menyatakan perlu kehati-hatian dalam mengelola keuangan negara. Sejauh ini pihak pemerintah masih meyakini jika peningkatan utang yang terjadi sampai saat ini masih dalam batas aman dan wajar.
Diketahui utang pemerintah yang ada saat ini didominasi oleh Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai Rp 6.607,48 Triliun atau sekitar 89,04%. Selanjutnya, utang berasal dari pinjaman dalam negeri Rp 16,02 Triliun dan pinjaman luar negeri Rp 796,97 Triliun.






0 komentar:
Posting Komentar